b9

Korban Longsor PETI Sarolangun Bertambah! Kini Ada 8 Tewas, 4 Pekerja Luka-Luka

Korban Longsor PETI Sarolangun Bertambah! Kini Ada 8 Tewas, 4 Pekerja Luka-Luka

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji (tengah)-risza/jambi-independent.co.id-

* Sila (22), warga Dusun Mengkadai

* Oto (40), warga Mensao

* Iril (50), warga Lubuk Sayak

* Shirun (35), warga Pulau Pandan

BACA JUGA:Al Haris Bongkar Masterplan Jambi Islamic Center: Ada Miniatur Ka’bah, Manasik hingga Pendidikan Non-Kampus

Seluruh jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Limun AKP Berlin Tarigan menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak setelah menerima laporan kejadian tersebut.

Wakapolsek Limun bersama Kanit Provos, Unit Intelkam, dan Unit Reskrim turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).

“Petugas memastikan telah terjadi longsor di area tambang emas tanpa izin. Evakuasi korban dilakukan secara bertahap dan pemantauan masih terus dilakukan,” jelasnya.

BACA JUGA:Alasan Honda PCX 2026 Layak Dipilih untuk Investasi Kendaraan Jangka Panjang

Sementara itu, informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa lokasi PETI tersebut diduga dikelola oleh seorang warga berinisial Id (50).

Namun hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum menyampaikan keterangan resmi terkait status hukum pengelola tambang.

Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius, mengingat aktivitas PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

Tragedi ini kembali menjadi peringatan keras bahwa praktik pertambangan ilegal di Sarolangun terus menelan korban. Aparat dan pemerintah daerah didesak untuk mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait