PB Djarum
b9

Trik Cerdas Sulap Halaman Rumah Menanam Sayur hingga Rempah, Mewah Manfaat Memangkas Belanja Pangan Harian

Trik Cerdas Sulap Halaman Rumah Menanam Sayur hingga Rempah, Mewah Manfaat Memangkas Belanja Pangan Harian

Menanam sayur, buah, hingga rempah di rumah terbukti ampuh memangkas anggaran belanja dapur harian.--pinterest--

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Mempercantik area depan rumah kini tidak lagi melulu didominasi oleh tanaman hias berharga selangit. Belakangan ini, tren mengalihkan fungsi pekarangan menjadi ruang hijau produktif kian digandrungi masyarakat.

Selain memberikan sentuhan estetika yang asri, menanam sayur, buah, hingga rempah di rumah terbukti ampuh memangkas anggaran belanja dapur harian.

Mengelola kebun mandiri di lahan terbatas sebenarnya tidak sulit. Kuncinya terletak pada pemilihan jenis tanaman yang tepat serta kreativitas dalam penataan agar halaman tetap terlihat rapi dan sedap dipandang.

Berikut adalah panduan praktis mengelompokkan dan merawat tanaman produktif di area rumah Anda:

BACA JUGA:Wow! Hampir 48 Ribu Benih Lobster Ilegal Senilai Rp7,1 M Diamankan di Jambi, Diduga Jaringan Antar Provinsi

1. Kelompok Buah Semusim: Ringkas dan Adaptif

Beberapa tanaman buah berkarakter mini seperti cabai, tomat, terung, mentimun, serta jeruk nipis sangat cocok ditempatkan di halaman depan karena tidak membutuhkan lahan yang luas.

Trik Menanam Cabai: Cabai sangat menyukai paparan matahari langsung. Tanaman ini bisa tumbuh subur meski hanya ditanam di dalam polibag, ember, atau galon bekas.

Tips Visual & Akar: Cat wadah plastik bekas Anda dengan warna gelap. Langkah ini tidak hanya membuat tampilan kebun lebih estetik dan seragam, tetapi kegelapan di dalam wadah juga merangsang pertumbuhan akar secara optimal.

BACA JUGA:Mendadak Diganti! Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Ini Sosok Penggantinya yang Dipilih Prabowo

Pestisida Alami Anti-Kutu: Jika tanaman cabai atau tomat Anda diganggu hama kutu daun, buatlah ramuan organik.

Blender 30 gram cabai dan 3 siung bawang putih, lalu rendam dalam 1 liter air selama 24 jam. Saring ampasnya, dan semprotkan cairannya ke tanaman seminggu sekali.

Penyangga (Ajir): Untuk tanaman merambat seperti mentimun atau tomat, pasang ajir dari bilah bambu/kayu, atau manfaatkan pagar rumah sebagai penopang agar batang tanaman tidak roboh saat berbuah lebat.

2. Kelompok Sayuran: Maksimalkan Ruang dengan Vertikultur

BACA JUGA:Pemkab Muaro Jambi Sukses Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-turut

Sayuran daun seperti kangkung, sawi, bayam, dan daun bawang memang mudah tumbuh, namun sering kali memakan tempat jika ditanam melebar.

Solusi terbaik untuk menyiasati keterbatasan lahan adalah menerapkan teknik vertikultur (berkebun secara vertikal). Anda bisa membuat rak susun bertingkat, pot gantung, atau memanfaatkan dinding kosong sebagai area tanam.

Metode ini membuat kapasitas tanam menjadi berkali-kali lipat lebih banyak tanpa mempersempit ruang gerak di halaman bawah.

3. Kelompok Bumbu Dapur: Tabungan Rempah di Sudut Tanah

BACA JUGA:Bupati Anwar Sadat Hadiri HUT ke-80 Pemkot Jambi, Tanjab Barat dan Kota Jambi Teken Kerja Sama Strategis

Rempah jenis rimpang seperti jahe, lengkuas, kunyit, dan kencur merupakan tanaman tahunan. Oleh karena itu, menanamnya langsung di media tanah halaman (bukan pot) adalah pilihan terbaik.

Teknik Lubang Rendah: Garap tanah hingga gembur dan buat lubang tanam yang posisinya agak mencekung ke bawah.

Struktur ini sengaja dibuat agar Anda bisa dengan mudah menambahkan urukan tanah baru ketika rimpang mulai membesar dan menyembul ke permukaan.

Cara Simpan Hasil Panen: Rempah rimpang umumnya dipanen setahun sekali. Agar tidak cepat membusuk saat disimpan, cuci bersih hasil panen lalu jemur di bawah terik matahari hingga benar-benar kering sebelum disimpan.

BACA JUGA:Akhirnya! Demo Zona Merah Berbuah Kesepakatan, DPRD dan Pemkot Jambi Surati Presiden

Aturan Main Tanam Bawang Merah: Berbeda dengan serai atau pandan yang tahan banting, bawang merah memerlukan perlakuan khusus.

Gunakan siung bawang yang sudah tua (berwarna merah pekat) sebagai bibit, gemburkan tanahnya, dan buat gundukan (bedengan) yang tinggi agar air siraman tidak menggenang dan memicu pembusukan umbi. *

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: