PB Djarum
b9

Panduan Praktis Menata Taman Asri di Sudut Teras, Dari Pemilihan Tema hingga Aturan Cahaya

Panduan Praktis Menata Taman Asri di Sudut Teras, Dari Pemilihan Tema hingga Aturan Cahaya

Area pekarangan rumah menjadi taman minimalis yang indah kini kian diminati oleh pemilik hunian modern.--dekuruma--

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Mengoptimalkan sepetak tanah yang tersisa di area pekarangan rumah menjadi taman minimalis yang indah kini kian diminati oleh pemilik hunian modern.

Langkah ini diambil bukan sekadar untuk mempercantik tampilan visual bangunan, melainkan sebagai investasi kenyamanan guna menghadirkan sirkulasi udara yang lebih bersih sekaligus menciptakan ruang hijau personal di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Meskipun areanya terbatas, sebuah taman tetap bisa tampil memukau jika dirancang dengan perhitungan yang detail. Berikut adalah panduan teknis yang wajib diperhatikan saat mendesain taman minimalis di lahan sempit:

1. Pemetaan Lahan dan Penentuan Lokasi

Langkah awal yang paling krusial adalah mengukur dengan pasti seberapa luas lahan yang akan digunakan. Pemetaan yang akurat akan mempermudah Anda menentukan konsep ke depan.

Untuk rumah minimalis, lokasi yang paling ideal dan fungsional adalah memanfaatkan area sudut di teras depan rumah agar fasad hunian tetap terlihat proporsional.

2. Memilih Tema yang Selaras

Agar rumah terlihat menyatu, sesuaikan tema taman dengan konsep besar arsitektur hunian Anda. Pilihan tema sangat beragam, mulai dari:

Tema Tradisional (Bali, Sunda, atau Yogyakarta): Identik dengan elemen batu alam, ukiran, atau pancuran air berbahan bambu.

Tema Tropis: Sangat cocok untuk wilayah dengan curah hujan tinggi.

Media Tanam: Anda bisa menanam langsung di tanah untuk memberi kesan luas, atau mengombinasikannya dengan media pot berundak jika ingin menonjolkan karakter taman vertikal.

3. Aturan Memilih dan Mengelompokkan Tanaman

Di lahan yang sempit, hindari menanam terlalu banyak jenis tanaman karena akan membuat taman terlihat penuh dan kotor. Gunakan rumus "Satu Pusat, Banyak Pendukung".

Contoh Pola Menanam: Pilih satu tanaman berdaun lebar seperti Anthurium sebagai pusat perhatian (centerpiece), padukan dengan tanaman hias sedang seperti Adenium, lalu tutup sisa tanahnya dengan Rumput Gajah. Keselarasan warna daun juga harus dijaga agar taman terlihat rapi dan harmonis.

4. Menjaga Sistem Drainase Tetap Optimal

Keindahan taman akan rusak jika tanahnya becek dan digenangi air. Oleh karena itu, pengaturan saluran pembuangan air (drainase) wajib diperhatikan sejak awal.

Buatlah lubang pembuangan di titik permukaan tanah yang paling rendah dan pastikan bebas dari sumbatan sampah.

Saat ini, sudah banyak model penutup drainase estetis yang bisa disesuaikan dengan konsep taman Anda.

5. Memperhatikan Tipologi Kebutuhan Cahaya

Setiap vegetasi memiliki kebutuhan matahari yang berbeda-beda. Sebelum menata posisi tanaman, kenali karakteristiknya terlebih dahulu.

Jika ada tanaman hias yang sensitif terhadap terik matahari langsung, tempatkan di area yang teduh atau pasang jaring paranet sebagai peneduh buatan agar tanaman tidak layu dan tetap tumbuh subur. *

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: