b9

Hubungan Sehat vs Manipulatif: Cara Membedakan Perhatian Tulus dan Bahasa yang Mengendalikan

Hubungan Sehat vs Manipulatif: Cara Membedakan Perhatian Tulus dan Bahasa yang Mengendalikan

7 kalimat manipulatif yang sering dipakai manipulator-ilustrasi/jambi-independent-Akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kata-kata bisa terdengar sederhana, bahkan penuh perhatian. Namun di tangan yang salah, bahasa justru menjadi alat untuk mengendalikan orang lain.

Para ahli komunikasi dan bahasa, Kathy dan Ross Petras, mengingatkan bahwa manipulator kerap menggunakan kalimat yang tampak "baik" untuk memengaruhi cara berpikir dan perasaan seseorang, baik dalam hubungan pribadi maupun profesional.

Mengenali pola ini menjadi kunci agar tidak terjebak dalam permainan psikologis.

Berikut 7 kalimat yang sering dipakai manipulator dan cara mengidentifikasinya:

 

"SAYA MINTA MAAF KAMU MERASA KESAL"

Kalimat ini sering terdengar seperti permintaan maaf, tetapi sebenarnya bukan. Biasanya akan diikuti pembenaran atau kritik balik. Ini merupakan bentuk meremehkan perasaan sekaligus gaslighting, yang membuat korban merasa emosinya tidak valid.

Ciri manipulatif:

  • Tidak mengakui kesalahan pelaku
  • Menyalahkan respons emosional korban
  • Mengalihkan fokus dari perilaku pelaku ke reaksi korban

Respons sehat: "Saya menghargai permintaan maafmu, tapi yang saya butuhkan adalah pengakuan atas apa yang terjadi, bukan penilaian atas perasaan saya."

BACA JUGA:Sehari 3 Pengedar Tumbang! Polisi Sikat Sabu di Teluk Sialang, Ini Kronologi Lengkapnya

"KITA BARU KENAL SEBENTAR, TAPI INI TERASA NYATA"

Ucapan ini kerap muncul dalam fase awal hubungan sebagai bagian dari love bombing. Seseorang dibanjiri pujian dan perhatian berlebihan untuk membangun kedekatan secara cepat. P

ola ini juga terjadi di tempat kerja, misalnya lewat pujian seperti "Kamu jenius" atau "Kamu satu-satunya orang yang saya suka ajak kerja sama."

Tanda love bombing:

  • Pujian berlebihan yang tidak proporsional dengan durasi hubungan
  • Tekanan untuk berkomitmen cepat
  • Perhatian intens yang tiba-tiba hilang setelah korban "terikat"

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: