Bukan Xiaomi atau Oppo, Tapi Merek China Ini yang Tiba-Tiba Ramai Diserbu Pembeli Global
Kamis 16-04-2026,16:23 WIB
Reporter:
Akmal|
Editor:
Akmal
Xiaomi, Oppo, Vivo turun tajam di Q1 2026, Honor justru tumbuh 24%-jambi-independent-Honor Smartphone
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Industri smartphone global sedang menghadapi tekanan. Kelangkaan chip memori yang memicu kenaikan harga komponen berdampak pada pengapalan ponsel di kuartal pertama 2026.
Firma riset IDC melaporkan pengapalan HP global merosot 4,1 persen secara year-on-year pada tiga bulan pertama 2026. Data Counterpoint bahkan menunjukkan penurunan lebih signifikan, yakni 6 persen year-on-year.
Di tengah kondisi menantang ini, tiga raksasa ponsel China dalam daftar Top 5 menunjukkan penurunan pengapalan paling tajam.
MENURUT DATA IDC:
- Xiaomi anjlok 19,1 persen year-on-year
- Oppo merosot 9,9 persen year-on-year
- Vivo turun 6,8 persen year-on-year
MENURUT DATA COUNTERPOINT:
- Xiaomi turun 19 persen year-on-year
- Oppo turun 4 persen year-on-year
- Vivo turun 2 persen year-on-year
BACA JUGA:Dua Pembangunan Kopdes Merah Putih Bermasalah, Faktor Legalitas Lahan di Batang Hari
HONOR UNJUK GIGI: TUMBUH 24 PERSEN DI TENGAH TEKSTAN
Di tengah kondisi tersebut, Honor yang juga merupakan pabrikan asal China berhasil unjuk gigi. Meski belum masuk daftar Top 5, Honor menunjukkan pertumbuhan paling tinggi di jajaran Top 10 sebesar 24 persen year-on-year menurut laporan IDC.
IDC mencatat pertumbuhan Honor ditengarai oleh peralihan fokus untuk menggenjot ekspansi di pasar global. Selain Honor, Lenovo (Motorola) dan Huawei juga disebut menunjukkan kinerja pengapalan moncer di kuartal pertama 2026.
Counterpoint dalam laporannya di laman resmi, Kamis (16/4/2026), menjelaskan: "Pertumbuhan Honor didorong oleh ekspansi ke luar negeri dan portofolio produk yang disesuaikan dengan wilayah operasional, dilengkapi dengan promosi agresif dan eksekusi strategis yang kuat di tengah tekanan biaya komponen yang meningkat, sehingga mampu mengungguli pasar."
MEREK LAIN YANG JUGA MENUNJUKKAN TANDA POSITIF
Selain Honor, Counterpoint juga menyoroti performa beberapa merek lain:
Google Pixel: Seri Pixel dari Google memperkuat kehadirannya di pasar-pasar utama yang sudah mapan, dengan kemampuan AI canggih, fotografi komputasional, dan software yang bersih dan ramah pengguna.
Nothing: Merek ini disebut mendapatkan keuntungan dari desainnya yang khas, posisi khusus, dan kesadaran konsumen yang terus meningkat.
"Nothing (4a) yang baru diluncurkan mendapat respons konsumen yang sangat baik dan makin mempercepat pertumbuhan merek tersebut," tulis Counterpoint.
SAMSUNG DAN APPLE MASIH DOMINASI PUNCAK
Meski ada pergeseran di lapisan bawah, Samsung dan Apple masih menjadi penguasa pasar HP global menurut kedua laporan.
Dalam versi IDC:
- Samsung berhasil mengukuhkan posisinya sebagai raja HP dunia dengan mengapalkan 62,8 juta unit ponsel di kuartal pertama 2026, tumbuh 3,6 persen year-on-year.
Dalam versi Counterpoint:
- Apple menduduki peringkat pertama dengan pertumbuhan 5 persen year-on-year dan pangsa pasar 21 persen. Keunggulan Apple terletak pada posisinya yang menyasar segmen ultra-premium, dengan rantai pasok yang terintegrasi.
BACA JUGA:Ini Link Resmi yang Harus Kamu Buka Jika Ingin Daftar 30.000 Lowongan Manajer Kopdes BUMN
APA ARTINYA BAGI KONSUMEN INDONESIA?
Perubahan peta pasar global ini bisa berdampak pada ketersediaan dan harga ponsel di Indonesia:
- Merek yang tertekan (Xiaomi, Oppo, Vivo) mungkin akan lebih agresif dalam promosi atau penyesuaian harga untuk menjaga pangsa pasar
- Merek yang tumbuh (Honor, Nothing) berpotensi lebih gencar masuk ke Indonesia dengan produk dan strategi baru
- Konsumen mungkin akan melihat lebih banyak pilihan di segmen menengah dengan fitur AI dan desain unik
- Harga ponsel entry-level dan mid-range bisa tetap tertekan akibat biaya komponen yang meningkat
MENGAPA HONOR BISA TUMBUH DI TENGAH KRISIS?
Beberapa faktor yang disebut para analis mendorong pertumbuhan Honor:
- Strategi ekspansi global yang terfokus: Honor tidak hanya mengandalkan pasar China, tetapi aktif membuka pasar di Eropa, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.
- Portofolio produk yang disesuaikan: Honor menyesuaikan spesifikasi dan harga produknya dengan karakteristik masing-masing wilayah, bukan sekadar menjual produk yang sama ke semua pasar.
- Promosi agresif dengan eksekusi kuat: Honor dikenal dengan kampanye pemasaran yang kreatif dan distribusi yang cepat merespons tren.
- Efisiensi rantai pasok: Meski biaya komponen naik, Honor mampu mengelola supply chain dengan lebih fleksibel.
- Fokus pada segmen yang tepat: Honor menyasar konsumen muda yang mengutamakan desain, performa, dan nilai, bukan sekadar merek.
BACA JUGA:Gaji BUMN, Kerja di Desa: Lowongan Manager Kopdes Merah Putih yang Wajib Kamu Coba
APA YANG BISA DIPELAJARI DARI PERGESERAN INI?
Bagi konsumen:
- Jangan hanya terpaku pada merek besar, coba eksplorasi merek yang sedang naik daun untuk mendapatkan nilai lebih
- Perhatikan fitur yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar tren
- Pantau harga dan promosi, karena persaingan ketat bisa memberikan keuntungan bagi pembeli
Bagi pelaku industri:
- Fleksibilitas dan adaptasi lokal menjadi kunci di pasar yang tidak pasti
- Diferensiasi produk (desain, fitur, pengalaman pengguna) lebih penting daripada sekadar spesifikasi teknis
- Eksekusi strategis yang cepat bisa mengalahkan sumber daya yang lebih besar tapi lambat
KESIMPULAN
Pasar smartphone global di kuartal pertama 2026 menunjukkan bahwa tidak ada jaminan kesuksesan abadi.
Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang sebelumnya dominan kini tertekan, sementara Honor, Nothing, dan Google Pixel menunjukkan bahwa inovasi, strategi yang tepat, dan eksekusi yang cepat bisa membuka peluang di tengah tantangan.
Bagi konsumen Indonesia, ini berarti lebih banyak pilihan dan potensi harga yang lebih kompetitif. Yang penting: pilih ponsel yang sesuai kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren.
Dan bagi merek-merek yang sedang naik daun, tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum dan membangun loyalitas jangka panjang. Karena di industri yang bergerak cepat seperti ini, hari ini bisa jadi pemimpin, besok bisa jadi tertinggal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: